Update - Penutupan

Teman-teman semua..

Setelah sempat dirawat dirumah selama lebih dari seminggu, akhirnya Kiki terpaksa dirawat inap, gk lama hanya 3 hari.
Sebagian luka di punggung bernanah.

Kiki dirawat mulai hari Rabu dan keluar hari Sabtu (5 July) kemarin.
Kondisi Kiki sudah sangat-sangat membaik. Luka di punggung mengering, sekarang sudah tidak di perban.
Tangan yang diamputasi tidak ada keluhan, luka di kedua paha (sebagian kulit diambil untuk menutup luka di punggung) juga sudah kering.
Luka di wajah mengering, demikian pula dengan luka di bawah telinga.
Sekarang bisa di katakan Kiki 100% sembuh (walaupun yang sudah terlanjur di amputasi tentu saja tidak bisa di tumbuhkan lagi)

Kiki sekarang gk mau di photo..jadi ini curi-curi photo.
Kemaren sempat ngajakin Kiki jalan-jalan, Kiki menagih janji untuk diantar membeli play station.
‘Tabungan Kiki sudah cukup’ begitu katanya sambil tersenyum manis sekali.
Rupanya setiap uang yang diberikan langsung ke Kiki disimpannya di dompet merah. Kok ya pas banget..ternyata ada diskon lumayan gede khusus untuk PS. Rejeki Kiki nih J

Tadinya sempat ragu…apa Kiki bisa bermain PS dengan kondisi seperti sekarang?
Ternyata, Kiki cepat beradaptasi. Subhanalloh.


Berikut kami lampirkan data terakhir dari sumbangan yang kami terima..




Kiki dan keluarga, juga kami atas nama teman-teman yang mengkoordinir sumbangan dari teman semua mengucapkan banyak terima kasih atas semua bantuannya.
Tanpa teman dan sahabat semua, mungkin kesembuhan Kiki tidak akan sepesat sekarang.

Untuk ini juga, kami tutup pundi amal bantuan untuk anak, adik, teman kita Kiki.

Sekali lagi, terima kasih atas segalanya.

Hanya doa yang bisa kami panjatkan agar kita, keluarga kita, juga semua teman-teman kita selalu mendapatkan perlindungan dari Nya.

Jika ada pertanyaan atau apapun bisa langsung menghubungi mama Kiki di 0812 702 170104
Atau imil kami ada di postingan pertama kami di website Kiki ini.

Semoga kita selalu bertemu dan bersama dalam kebaikan.

Wasalam and best regards
Ita-Luky
Budi
Septa
Abud

Kiki Sudah Pulang

Rekan, teman, sahabat semuanya.....

Kiki sudah jauh lebih sehat !
Dokter bilang boleh pulang dan rawat jalan karena tiap 5 hari harus ganti perban, lukanya sudah mengering, kakinya sudah tidak bengkak dan sudah enak dipake lari2, sudah bisa makan sendiri dengan tangan kanannya, sementara tangan kiri sudah bisa untuk nahan piring. Sudah protes ketika dikasih bubur oleh suster, maunya nasi padang.. Pipinya kiki jadi tembem, sudah mulai banyak ketawa, dan bisa nyanyi2 sendiri ketika di kasih musik. Kemaren hari Sabtu, main tebak2an angka sama gilang boogie, ketawa cekikikan mereka bertiga.
Tgl 17 gw ambil fotonya yang udah di jadiin movie sama om abud, mama kiki bilang sudah tidak ada masalah dalam biaya rumah sakit. Dan saat itu kiki lagi seneng banget, karena sudah bisa pakai baju.
Kemaren Rabu, 18 June 08, sore,
ada sms masuk dari mamanya kiki :
" mas kiki sore ini boleh pulang bilangin sm bunda ya mas soalnya saya tlp tak masuk2. makasih dr km buat teman2 semua. Sekarang kiki sdh sehat makasih ya jasa kalian tak kan pernah terlupakan seumur hidup saya"
Sms itu ditujukan untuk pihak rumah sakit RSOB, Awal bross, untuk dokter2 yang sudah membantu menyelamatkan nyawa kiki, untuk rumah zakat yang sudah banyak sekali membantu , untuk dokter-dokter yang nggak mau dibayar, dan terutama sekali untuk rekan2 semua yang tidak bisa disebut satu2.

Laporan Keuangan

Dear rekan, teman dan sahabat semuanya.

Berikut laporan keuangan yang kami terima sampai tgl berikut


Terima kasih atas segalanya...

Laporan Keuangan - 30 Mei


Updated by Asrita


Dear rekan-rekan,

Para dermawan dan simpatisan untuk anak, adik, keponakan kita Kiki.
Kami ingin melaporkan sumbangan yang sudah kami terima sampai saat ini.

Mohon maaf sebelumnya,
Teman kami Septa, pemegang rekening BCA dan Mandiri yang menjadi rekening tujuan untuk membantu Kiki sudah satu minggu ini terbaring sakit.

Dari eBanking BCA, saya lihat beberapa nama yang mencantumkan 'sumbangan untuk Kiki'.
Tercantum nama TEGUH NIR WAHYUDI, ANDRE KIRANA PARWI.
Untuk yang tidak mencantukan keterangan, kita tunggu dan doakan bersama semoga Septa segera sehat kembali.

Berikut sumbangan yang sudah kami terima.
Sekali lagi, tiada yang dapat kami ucapkan selain terima kasih yang sebesar-besarnya bagi teman, rekan dan saudara sekalian.
Semoga sang khalik yang maha pengasih membalas dengan kenikmatan yang berlimpah, amin.

Update Kiki, 2 June 2008

Written by Ita.Kinipulu

Sebelumnya, mohon maaf karena sudah berhari-hari kami tidak mengupdate perkembangan Kiki.

Per hari Jumat 30 Mei 2008, pukul 4.30 sore, Kiki kami pindahkan ke rumah sakit swasta Awal Bros, di Batam juga.

Proses pemindahan, termasuk pengurusan segala prosedur di RSOB dan RSAB sepenuhnya di bantu oleh Rumah Zakat.

Total biaya selama di RSOB adalah empat puluh satu juta. Detail biayaakan kami update setelah ada persetujuan kedua orang tua Kiki.
Tentu saja hampir seluruh biaya yang dikeluarkan berasal dari kemurahatian rekan-rekan semua, terima kasih yang tiada terkira untuk itu.
Saat ini Kiki berada di Kamar Ophyrus ruang 367. Ditangani langsung oleh dokter bedah Aditomo.


Kondisi Kiki jauh lebih baik dari sebelumnya.
Prosedur pembersihan luka-lukanya lebih intensif dilakukan oleh dokter dan perawat yang menangani.
Rumah sakit juga menyediakan jasa terapi untuk Kiki. Ternyata tangan kiri Kiki yang diamputasi selama ini tidak pernah digerakan, sehingga menjadi kaku dan tidak bisa bergerak sama sekali! Oleh ahli terapi, tangan tersebut dilatih untuk berfungsi maksimal.
Kedua kaki Kiki mengalami pengecilan karena selama ini tidak pernah di fungsikan. Sekarang, Kiki selalu diajak bermain sambil berjalan.
Sungguh kemajuan yang pesat.

Luka menganga di tangan kanan Kiki mulai tampak membaik. Daging yang tadinya tampak busuk dan berbau, dengan perawatan yang intensif (padahal baru beberapa hari lho) sudah menunjukan kemajuan yang significant. Tidak tampak lagi warna biru atau kuning pada luka tersebut, berganti dengan warna merah segar. Sebagian pinggir luka sudah mulai mengering.

Menurut dokter Aditomo, luka di punggung Kiki terlalu lebar. Untuk itu perlu dilakukan operasi sekali lagi dengan mengambil sebagian kulit paha. Oprasi yang satu ini butuh ketelitian tinggi dan waktu yang lama. Dokter Aditomo akan menjadwalkan 1 hari khusus untuk menangani Kiki.
Jadwal akan kami sampaikan kemudian.

Kami mendapat kabar bahwa tangan kiri Kiki bisa di berikan tangan palsu seharga +-5juta. Untuk detail fungsi dan lain-lain, akan kami tanyakan pada pihak rumah sakit.
Detail biaya selama perawatan di RS Awal Bross, belum kami dapatkan info lengkapnya.

Sekian update dari kami
Insyaalloh, dengan penanganan yang lebih serius..penyembuhan Kiki dapat maksimal..
Semoga yang kita lakukan ini adalah yang terbaik, amin.
Kami mohon doa dari rekan semua..

Masih tentang pelayanan..

Apakah pertanyaan harus di ucapkan dengan nada tinggi?
dengan wajah tanpa senyum..
atau bahkan dengan air mata..
Hanya untuk di dengar lalu di jawab?

Apakah (saya) harus menjadi orang yang sangat kasar
Menyindir dengan kata-kata pedas
Menghubungi semua teman dan kerabat sumber kekuasaan
Hanya untuk mendapat perhatian?


Itu yang sempat kami rasakan..
Kemaren, Sabtu 24 Mei 2008

Hari Sabtu jam 2.30 saya dan kedua anak saya mengunjungi Kiki di RSOB
Seperti biasa, Kiki masih berbaring..
Ada bau yang tidak sedap dari luka-lukanya..
Dari pernyataan mama Kiki, dari hari Senin lalu (setelah operasi ke-3) perban di tangan kanan Kiki tidak pernah di ganti.
Untuk punggung, sudah di bersihkan pada hari Rabu dan Jumat.

"Dokter janji pagi ini datang, tapi sampai sekarang belum datang", begitu penjelasan mama Kiki

Pukul 3.30, dokter dan serombongan perawat datang
Tanpa sapa, dokter dan perawat langsung menduduk kan Kiki yang mulai menangis dan meronta.
Mama Kiki mencoba menenangkan anaknya..

Saya, dan anak-anak 'terpaksa' melihat kondisi luka Kiki.
Bergidik rasanya.
Ini kali pertama saya melihat luka di tangan Kiki..
Tidak ada bahasa yang tepat untuk menggambarkannya..

Tiba-tiba, Kiki berteriak keras..di iringi tangis mama Kiki
Ternyata dokter dan perawat dengan keras mencabut perban yang tertempel lengket di punggung Kiki
Darah mengucur deras..
Saya tidak kuat lagi..
Anak-anak memeluk saya..mereka juga melihat yang terjadi..
Sungguh..
itu perbuatan yang ceroboh!

Entah apa yang ada di pikiran dokter dan perawat itu
Apakah mereka tidak punya anak? Lihat Kiki! Dia sangat kesakitan!

Tanpa memberi penjelasan..dokter segera kluar
"Bersihkan!" itu perintahnya pada para perawat

Sambil menangis, mama Kiki meminta pada para perawat agar membiarkan beliau yang membersihkan Luka

Tidak begitu lama, seorang perawat memberikan daftar obat yang harus di ambil di apotek.
Saya berlari ke bawah di temani anak-anak..

Sesampai di atas,
Sudah tidak ada perawat yang tadi, di gantikan 2 perawat yang lebih muda. Papa Kiki juga baru sampai..

Perawat kali ini sangat lemah lembut
Sekilas saya lihat tag namanya "...Fitra"
yang satunya lagi tidak sempat saya perhatikan..

Dengan lembut,
Sambil bercerita..
Dia membersihkan luka-luka Kiky..
Kiki sudah tidak menangis..
Mama Kiki juga sudah tenang..

Sebelumnya,
Saya sempat menghubungi Ayay (suami saya) untuk mencari informasi tentang rumah sakit swasta di Batam
Apakah mungkin Kiki kita pindahkan kesana?
Terus terang, saya sakit hati dan sangat marah dengan apa yang barusan saya saksikan
Dari beberapa rumah sakit yang sempat di hubungi, pada dasarnya tidak ada kendala untuk memindahkan Kiki ke sana.
Masalah biaya, biarlah kita pikirkan nanti..pasti ada jalan.

Ayay menghubungi teman-teman koordinator yang langsung berangkat menuju ke RSOB Sekupang
Kami bertemu di kamar Kiki..
Saya sendiri masih dalam keadan shock dan marah.

Atas bantuan salah seorang pejabat yang sangat care,
ada 2 dokter yang datang ke kamar Kiki..

Kami minta catatan medis Kiki
Agar secepat mungkin bisa kami pindahkan

Sayang nya, mungkin karena keadaan tidak kondusif, keterangan dokter tersebut malah membuat keadaan semakin tidak stabil..
"Kiki sekarang sudah lebih baik pak-bu, mungkin jika tidak dibawa ke sini..Kiki sudah lewat"
Saya meradang!
Bukan itu yang ingin kami dengar..
Tidak ada sedikit pun terlintas pikiran untuk meniadakan segala budi para dokter yang telah menyelamatkan Kiki.
Tapi ketika perkataan "lewat" di ucapkan..
Entahlah..

mungkin sumbu saya terlalu pendek..gampang meledak

Dan catatan medis yang kami butuhkan tidak dapat di berikan..
Dengan alasan, data memang milik pasien..tapi berkas milik rumah sakit. Itu peraturan nya (di Indonesia?)!!

Kami benar-benar buntu..
Malam itu ada Saya, Ayay, Pak Budi, Pak Heru, Pak Herdian dan temannya (maaf, tidak sempat berkenalan) dan kebetulan ada visitor untuk Kiki, Pak Denny dan Istri serta anak mereka. Ada juga mbak Komang Ayu yang sengaja di jemput untuk menghibur Kiki..mba Ayu sangat pandai bercerita.

Dari segi medis, kami coba menghubungi beberapa teman yang bergerak di bidang medis..
Entah bersumber dari mana..pihak rumah sakit mengartikan kami hendak menghubungi media..
Padahal tidak ada niat untuk itu..terfikirpun tidak.
Kami hanya ingin yang terbaik untuk Kiki..

Sampai akhirnya jam 9.30 malam kami pulang dengan satu janji dari Kepala Komite Medis RSOB untuk bertemu ke esokan harinya.

Minggu, jam 11 pagi saya, Ayay (suami) dan kedua anak kami tiba di RSOB.
Kiki tersenyum..
Ada Geri abang nya juga..

Langsung ke 4 anak ini asik membawa buku bacaan yang di bawa anak-anak, mereka membaca sambil ketawa-ketawa..Kiki mendengarkan sambil sesekali tersenyum.
Sebelumnya kami sempat mampir di warung padang dan membungkus nasi padang berlauk dendeng batokok..hemm..yummy
Jam 12 anak-anak makan bersama..Kiki menolak jatah nasi rumah sakit dan meminta nasi padang yang di makan dengan lahap.

Ayay dan kedua orang tua Kiki mencoba mengurutkan kronologis kejadian mulai dari pertama Kiki di rawat di sini, orang tua Kiki bercerita, Ayay mengetik. Saya dan nenek Kiki mengawasi anak-anak bermain..
Ada mas Syamsul dan mbak (aduh mbak..siapa namanya?) dari PT Shinetsu yang datang mewakili teman-teman di PT Shinetsu Batam dan memberikan bantuan untuk Kiki dan keluarga.

Kali ini, kami tidak ingin ada situasi 'panas' diruangan ini..cukup sudah pengalaman tadi malam.

Saya juga sudah menghubungi dokter Afdalun, mengabarkan kami sudah berada di RSOB. Mas Syamsul pulang tidak lama kemudian, sambil menunggu kami makan bersama..kebetulan tidak ada pasien lain di ruangan.

Pukul 1.00, dokter Afdalun datang berkunjung ke kamar Kiki. Kedua orang tua Kiki, Ayay dan saya di ajak ke ruangan perawat,disana kami menceritakan semua unek-unek kami. Mama Kiki juga menceritakan beberapa accident yang sangat menyedihkan dan membuat dia tidak nyaman.

Intinya, ada beberapa point yang kami kemukakan
1. Kami butuh data progress Kiki. Data ini akan kami update ke blog Kiki sebagai laporan kepada para teman dan rekan yang selama ini banyak menolong Kiki dengan memberikan dana bantuan.

2. Kami mengeluhkan dokter bedah umum yang menangani Kiki selama ini. Dokter tersebut sangat tidak komunikatif, tidak pernah menjawab pertanyaan kedua orang tua Kiki tentang kondisi anaknya. Sangat berbeda dengan dokter Jorianto, spesialis Ortho yang menangani proses amputasi tangan kiri Kiki.

3. Kami juga mengeluhkan oknum perawat yang berkali-kali membentak kedua orang tua Kiki, juga nenek Kiki yang ikut menjaga. Bahkan sempat mengancam mama Kiki yang hendak mengadukannya ke suster kepala.

4. Kami bertanya tentang prosedur eskalasi di RSOB. Siapa yang harus kami temui jika ada ketidakpuasan terhadap pelayanan medis dan non medis.

5. Juga kami tanyakan tentang prosedur untuk meminta Kiki di tangani oleh dokter bedah lain. Dan jika ada kemungkinan Kiki di pindahkan ke rumah sakit yang secara jarak lebih dekat dari kediaman orang tua Kiki.

Dokter Afdalun yang ternyata pernah jadi mentor nya Ayay di bidang rescue, sangat kooperatif. Beliau menjelaskan prosedur eskalasi yang berlaku..beliau juga menyayangkan sikap dokter dan perawat dan berjanji untuk meng-conseling mereka.
Kendala-kendala di rumah sakit pemerintah, concern beliau terhadap pasian sebagai customer juga di jabarkan.

Untuk data perkembangan Kiki, akan di jelaskan oleh doker yang bersangkutan kepada kedua orang tua Kiki. Dokter Jorianto yang juga datang saat itu juga memberikan keterangan.
Adalah hak pasien untuk memilih hendak di tangani oleh dokter yang mana, dan juga hak dokter untuk tidak menerima pasien, begitu kata dokter Afdalun. Tidak masalah jika kedua orang tua Kiki hendak mengganti dokter bedah yang menangani Kiki.

Jika masih di inginkan, dokter Afdalun akan membantu pemindahan Kiki ke rumah sakit lain. Batam yang hanya sebuah pulau kecil menyebabkan beliau kenal baik dengan dokter bedah dari beberapa rumah sakit yang ada di sini.

Cukup lama kami berbincang, atau tepatnya curhat pada dokter Afdalun..

Kami lega sekali..
Yang jelas, Kiki terperhatikan..itu yang penting.

Mungkin terpengaruh oleh atmosfir yang kondusif,
Kiki minta di bantu untuk berdiri..

Saya kaget..
Berdiri?

Kiki memang anak tabah..
Dia berdiri..
Lalu melangkah dengan tertatih..


Ikut duduk di samping anak-anak lain yang sedang asik mendengarkan Ayay bercerita.

Ayay memperlihatkan dan bercerita tentang mahluk laut yang sempat Ayay photo..
Berjenis-jenis ikan, karang laut, kuda laut dan anak nya..juga Ayay & teman-teman yang bergaya dengan pakaian selam
Kiki tertarik sekali dengan hewan laut
Sampai akhirnya kami perhatikan Kiki gemetar..
Rupanya Kiki lelah, tapi masih ingin mendengarkan..
Papa Kiki memegangi anak nya..
"Sudah Pa, Kiki mo tidur.."
Akhirnya Kiki di gendong mama, dan berbaring lagi..

Kami pamit untuk pulang..

"Bunda kapan datang lagi?"
Insyaalloh secepatnya ya Ki..
"Ajak Gilang Boogie ya Bun"..ini pesan Gery..yang langsung di iyakan Gilang & alBoogie

Laporan 22 Mei 2008

Tiada putusnya ucapan terima kasih atas nama Kiki dan Keluarga, kami ucapkan untuk teman dan rekan semua..
Alhamdulilah..kondisi Kiki semakin membaik.. Akan kami update kemudian setelah kami berkunjung ke RSOB-Sekupang.
Walaupun tidak dapat mengembalikan lagi tangan kirinya yang hilang, semoga bantuan dan doa rekan semua bisa membangkitkan semangat Kiki untuk terus berjuang.


Terima kasih tidak terhingga untuk pak Heskiel dan teman-teman di PT Epson Batam.. Terkumpul Rp.9 juta, sudah di serahkan langsung pada keluarga Kiki. Juga untuk teman2 di MTA PT Unisem Batam, terkumpul sekitar 9.7 jt dan di serahkan langsung ke orang tua Kiki.

Untuk mas Heru (Ketua koperasi Kemuning) dan keluarga, Mama Nisa dan keluarga, yang sudah berkunjung, terima kasih atas perhatiannya.
Liza mewakili teman-teman di PT McDermott Batam telah menyerahkan langsung sumbangan sejumlah 2,6 juta langsung pada keluarga Kiki.
Mas Hendrian dan keluarga..yang menghadirkan senyum Kiki dengan kehadirann mas, semoga Kiki akan terus tersenyum

Terima kasih untuk ustadz Natsir dan pengajian Hang Lekir..terima kasih atas segalanya
Bagi teman dan keluarga yang lain, yang tidak kami sebutkan namanya di sini..hanya Allah yang bisa membalas kebaikan anda semua.

Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya, dan selalu meringankan kita untuk selalu berbuat yang terbaik.
Insyaalloh besok kami akan berkunjung ke RSOB untuk melihat kondisi Kiki dan menyerahkan sumbangan dari teman-teman. Berikut laporan keuangan yang sudah kami terima, double click untuk memperbesar gambar